LABUAN BAJO, BANERATV.COM – Partai final turnamen sepak bola amal penggalangan dana pembangunan Gereja Paroki Reweng dipastikan akan berlangsung semakin semarak. Dua figur publik nasional, Mario Pranda dan dr. Stevi Harman, menyatakan komitmennya untuk hadir langsung sekaligus ambil bagian dalam laga puncak tersebut.
Turnamen yang digagas sebagai gerakan solidaritas untuk pembangunan rumah ibadah ini bahkan telah menarik perhatian hingga tingkat pusat. Mantan Calon Bupati Manggarai Barat periode 2024–2029, Mario Pranda, bersama dr. Stevi Harman, menyambut positif inisiatif yang dinilai mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam semangat kebersamaan.
Melalui penghubungnya, Ronald Jantur, Mario Pranda menyampaikan apresiasi sekaligus kesiapannya untuk hadir langsung di Kampung Reweng.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Terima kasih banyak atas ajakan ini. Saya bersama Ibu dr. Stevi siap hadir dari Jakarta ke Kampung Reweng untuk mendukung dan meramaikan laga final turnamen amal ini. Kami bangga dengan adanya kegiatan yang mampu mengakomodasi berbagai profesi untuk bersama-sama berkontribusi dalam pembangunan Gereja Paroki Reweng. Saya juga siap turun bermain bersama peserta turnamen lainnya. Kita memiliki tujuan yang sama, yakni ikut membangun rumah ibadah,” ujarnya.
Kehadiran Mario Pranda dalam momentum tersebut dinilai semakin memperkuat citranya sebagai figur yang konsisten hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam ruang politik, tetapi juga melalui aksi sosial dan keagamaan secara nyata.
Sementara itu, Ketua Panitia Turnamen, Frans Dir, yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Lendong, lokasi berlangsungnya kegiatan menegaskan bahwa panitia membuka ruang seluas-luasnya bagi siapa pun yang ingin terlibat dalam gerakan pembangunan tersebut.
“Atas nama panitia penyelenggara, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Kami sangat bersyukur atas setiap dukungan yang diberikan untuk pembangunan Gereja Paroki Reweng. Menjadi kewajiban kami untuk mengakomodasi semua pihak yang dengan tulus ingin membantu. Harapan kami, semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk peduli dan berkontribusi,” tutur Frans Dir.
Kepemimpinan Frans Dir sebagai kepala desa juga terlihat dari kemampuannya menggerakkan partisipasi kolektif masyarakat. Turnamen ini pun tidak sekadar menjadi ajang olahraga, tetapi berkembang menjadi simbol gotong royong dan kepedulian sosial.
Dengan keterlibatan berbagai tokoh dan elemen masyarakat, partai final turnamen amal ini diharapkan bukan hanya menjadi hiburan bagi warga, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas serta mempercepat terwujudnya pembangunan Gereja Paroki Reweng.

Penulis : Redaksi Baneratv.com
Editor : Redaksi Baneratv.com






