LABUAN BAJO, BANERATV.COM – Pengusaha lokal asal Labuan Bajo, Albertus Elson, mulai mengembangkan program perumahan subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Melalui perusahaannya PT Bajo Indah Residence, Albertus menargetkan pembangunan 200 unit rumah subsidi pada tahap awal, dengan potensi pengembangan hingga 400 unit rumah di sejumlah kawasan penyangga kota Labuan Bajo.
Program ini ditujukan bagi masyarakat dengan penghasilan sekitar Rp2 juta hingga Rp5 juta per bulan, termasuk pekerja formal maupun pelaku usaha kecil.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Albertus mengatakan pembangunan rumah subsidi tersebut merupakan bentuk kontribusinya sebagai putra daerah yang ingin ikut menjawab kebutuhan hunian di tengah pesatnya perkembangan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super prioritas nasional.
“Saya lahir dan besar di Labuan Bajo. Prinsip saya sederhana, yang penting ada untung, bukan soal berapa besar untungnya. Yang penting perusahaan tetap berjalan dan saya bisa berbuat sesuatu untuk masyarakat,” kata Albertus.
Perkembangan sektor pariwisata dan meningkatnya investasi di Labuan Bajo turut berdampak pada kenaikan harga tanah dan properti. Kondisi tersebut membuat kepemilikan rumah semakin sulit dijangkau, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Albertus memperkirakan kebutuhan rumah di Labuan Bajo saat ini mencapai sekitar 3.000 unit, terutama bagi generasi muda yang mulai membangun keluarga.
Menurut dia, jika kebutuhan hunian tidak mulai dipikirkan sejak sekarang, Labuan Bajo berpotensi menghadapi persoalan pemukiman padat di masa mendatang.
“Kalau kita tidak mulai memikirkan dari sekarang, pemukiman padat bisa menjadi masalah sosial terbesar Labuan Bajo pada tahun 2030 atau 2035,” ujarnya.
Ia menilai program rumah subsidi pemerintah dapat menjadi salah satu solusi untuk menyediakan hunian yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
Program tersebut merupakan bagian dari kebijakan nasional penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang dimulai sejak pemerintahan Presiden Joko Widodo dengan target pembangunan satu juta rumah, dan kini diperluas menjadi tiga juta rumah pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Salah satu kawasan yang mulai dikembangkan berada di Lengkong Dange, Dusun Nanga Nae, Desa Macang Tanggar. Wilayah ini berada di jalur menuju Kampung Menjaga dan dinilai memiliki potensi berkembang sebagai kawasan hunian baru.
Selain Macang Tanggar, pengembangan perumahan juga direncanakan menjangkau beberapa wilayah lain di Manggarai Barat, seperti Rangko, Nggorang, dan Lembor.
Di Labuan Bajo sendiri, proyek rumah subsidi masih relatif terbatas karena tingginya harga tanah, biaya material yang sebagian besar didatangkan dari luar daerah, serta tantangan logistik.
“Kalau bicara murni bisnis, mungkin banyak pengusaha tidak mau masuk. Tapi saya merasa ini juga tanggung jawab untuk ikut membangun Labuan Bajo,” kata Albertus.
Program rumah subsidi ini memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah.
Untuk tahap awal, calon pembeli cukup menyiapkan KTP sebagai syarat verifikasi oleh pihak bank.
“Kalau BI checking-nya lolos, baru dilanjutkan ke proses berikutnya seperti slip gaji atau dokumen lainnya,” ujar Albertus.
Calon pembeli juga cukup membayar DP sebesar Rp1.850.000 kepada pengembang, sementara proses pembiayaan selanjutnya dilakukan melalui bank.
Sebelum menjalankan proyek rumah subsidi, PT Bajo Indah Residence juga telah mengembangkan Perumahan Harapan Indah Residence di kawasan Golo Koe yang terdiri dari 27 unit rumah, empat ruko, serta satu kolam renang.
Albertus berharap program yang dijalankannya dapat membantu masyarakat memiliki hunian sendiri di Labuan Bajo.
“Saya ingin menjadi tempat dimana orang bisa menitipkan harapannya untuk memiliki rumah di kota Labuan Bajo,” ujarnya.
Masyarakat yang ingin memperoleh informasi lebih lanjut dapat menghubungi layanan konsultasi pengembang melalui nomor 0811-3810-465.

Penulis : Ronald J
Editor : Redaksi Baneratv.com






