LABUAN BAJO, BANERATV.COM — Redaksi Baneratv.com menindaklanjuti pemberitaan sebelumnya berjudul “Praktik ‘Jual-Beli’ Proyek di Mabar: DM ASN ULP dan AB Kontraktor ‘Ring Satu’ Diduga Tipu Rekanan Ratusan Juta” dengan melakukan konfirmasi kepada sejumlah pihak yang disebut dalam laporan tersebut.
Pada Selasa, 17 Februari 2026, redaksi menghubungi Don Madul (DM), aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Manggarai Barat. Don Madul dimintai keterangan terkait dugaan praktik jual beli paket proyek senilai sekitar Rp350 juta.
Melalui pesan WhatsApp, redaksi meminta kesediaan Don Madul untuk diwawancarai secara langsung sebagai bagian dari upaya klarifikasi dan pemenuhan asas keberimbangan. Namun, yang bersangkutan menolak memberikan keterangan.
“Saya tidak tahu masalah itu. Tanyakan saja ke Ano, mungkin dia tahu,” tulis Don Madul dalam pesan singkatnya.
Redaksi kemudian menegaskan bahwa klarifikasi langsung diperlukan agar informasi yang disampaikan kepada publik tetap akurat dan berimbang. Redaksi juga menyampaikan bahwa setiap pernyataan narasumber akan ditulis sesuai dengan fakta yang disampaikan.
Namun, Don Madul kembali menolak. Ia menyatakan keberatan atas pemberitaan yang menurutnya mengungkit persoalan masa lalu dan menyebut dirinya kembali menjadi korban dari pihak bernama Ano. Pernyataan tersebut tidak disertai penjelasan lebih lanjut.
“Tidak perlu ketemu saya. Tulisan yang singgung kasus perselingkuhan saya itu sangat melukai saya. Ini yang kedua kalinya saya jadi korban. Lanjutkan saja, temui Ano,” tulisnya sebelum mengakhiri percakapan dan tidak lagi merespons pertanyaan lanjutan dari redaksi.
Pada hari yang sama, redaksi juga menghubungi seorang pria bernama Ano untuk meminta konfirmasi terkait dugaan keterlibatannya dalam praktik jual beli paket proyek dengan nilai keseluruhan yang disebut mencapai Rp1,5 miliar. Hingga berita ini diterbitkan, pesan konfirmasi yang dikirimkan melalui WhatsApp belum mendapat tanggapan.
Sementara itu, seorang kontraktor yang meminta identitasnya dirahasiakan menyampaikan harapannya agar nama Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu dalam praktik yang diduga melanggar aturan.
“Nama pimpinan daerah jangan sampai dimanfaatkan oleh oknum kontraktor atau pihak lain yang tidak bertanggung jawab. Praktik seperti ini merugikan banyak kontraktor,” ujarnya.
Kontraktor tersebut juga mengungkap adanya dugaan pola penarikan sejumlah uang di awal dengan janji memenangkan paket proyek tertentu. Namun, saat proses tender berlangsung, pihak yang dijanjikan tidak memperoleh pekerjaan, sementara dana yang telah diserahkan tidak dikembalikan.
Di sisi lain, mencuatnya dugaan keterlibatan ASN ULP dalam praktik jual beli paket proyek ini turut menuai sorotan terhadap Sekretaris Daerah Manggarai Barat, Hans Sodo. Dalam beberapa waktu terakhir, Hans Sodo menjadi perhatian publik seiring maraknya pemberitaan yang menyangkut dugaan pelanggaran oleh ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.
Dugaan keterlibatan oknum ASN ULP dalam praktik jual beli paket proyek bernilai miliaran rupiah dinilai berpotensi mencoreng citra birokrasi daerah. Situasi ini memunculkan pertanyaan publik terkait pengawasan dan ketegasan pimpinan daerah terhadap jajarannya, terutama dalam menjaga integritas proses pengadaan barang dan jasa.
Redaksi Baneratv.com menegaskan akan terus melakukan upaya konfirmasi kepada seluruh pihak terkait guna memastikan pemberitaan yang berimbang, akurat, dan sesuai dengan kaidah jurnalistik, serta memberikan ruang klarifikasi bagi siapa pun yang disebut dalam pemberitaan ini.




Penulis : Ronald J
Editor : Redaksi Baneratv.com






