Skandal Ganda di Manggarai Barat: Kepsek Diduga Mangkir 1 Tahun 4 Bulan, Gaji Tetap Cair, Pelapor Disebut Minta Rp20 Juta untuk Bungkam Kasus

- Redaksi

Senin, 29 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Facebook Marsy Jehadut

Foto : Facebook Marsy Jehadut

BANERATV.COM – Dunia pendidikan di Kabupaten Manggarai Barat kembali diguncang skandal memalukan. Marsianus Jehadut, S.Pd., Kepala Sekolah SDN Sewar, diduga tidak masuk sekolah selama 1 tahun 4 bulan penuh, namun tetap menerima gaji sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kasus ini mencuat setelah sejumlah orang tua murid mengeluhkan kondisi sekolah yang semakin memprihatinkan. Mereka menilai Marsianus hanya aktif dua bulan pasca dilantik pada awal 2024, lalu menghilang tanpa kejelasan.

“Kami kecewa besar. Lebih dari setahun kepala sekolah tidak pernah masuk, guru jadi seenaknya, dan anak-anaklah yang paling dirugikan,” ungkap salah seorang wali murid dengan nada kecewa.

Baca Juga:  BREAKING NEWS: Truk Pengangkut Pasir Terbakar di Labuan Bajo, Sopir Tak Kantongi Surat Kendaraan.

Situasi semakin panas setelah muncul informasi baru: pelapor diduga pernah meminta uang sebesar Rp20 juta kepada Marsianus dengan ancaman, bila tidak dipenuhi, kasus ketidakhadirannya akan dibocorkan ke media.

Temuan ini membuat publik terbelah. Di satu sisi, masyarakat menuntut agar Marsianus dicopot karena dianggap tidak menjalankan kewajiban sebagai ASN. Namun di sisi lain, dugaan adanya praktik “pemerasan” menambah kerumitan persoalan.

“Kalau benar ada permintaan uang, maka masalah ini bukan hanya soal indisipliner seorang kepala sekolah, tapi juga menyangkut integritas pihak-pihak yang melapor,” tegas seorang tokoh pendidiK di Sewar.

Baca Juga:  Klarifikasi Resmi Kepala Desa Liang Sola Terkait Isu Aset 'Fantastis' dan Pemberitaan Menyudutkan: Saya Dirugikan, Tapi Tetap Siap Bertanggung Jawab Secara Hukum

Meski demikian, para orang tua siswa tetap menegaskan bahwa absensi panjang Marsianus adalah persoalan utama yang paling merugikan anak-anak. Mereka mendesak pemerintah daerah bersikap tegas: mencabut status ASN Marsianus sekaligus mengusut ke mana larinya gaji yang tetap ia terima selama tidak bekerja.

Hingga berita ini diturunkan, Marsianus Jehadut belum memberikan klarifikasi. Pesan konfirmasi yang dikirim awak media melalui WhatsApp juga belum dibalas. Publik kini menunggu penjelasan langsung darinya: apakah benar ia mangkir selama 1 tahun 4 bulan, dan bagaimana tanggapannya terkait dugaan permintaan uang Rp20 juta dari pihak pelapor.

Berita Terkait

PMBB Manggarai Barat Sampaikan Duka atas Meninggalnya Dua Wisatawan Austria di Cunca Wulang
Tuding Santi Monika “Rentenir”, Sius Ruem Malah Kabur dari Konfirmasi dan Blokir Nomor Wartawan
Pengacara dan Wartawan Diduga Intimidasi Tergugat dalam Sengketa Jual Beli Tanah di Desa Ketang
Selain Mantan Napi, Ini Wajah Lain Emiliana Helni yang Bikin Publik Kaget.
Santi Mawarni Mengaku Korban, Berujung Damai dan Terima “Amplop”
Emiliana Helni Akan Ditetapkan Sebagai Tersangka, Ini Pernyataan Kuasa Hukum IB
Kembali Berpolemik, Emiliana Helni Disorot Usai Unggahan Kontroversial di Media Sosial
Baneratv.com Bantah Tuduhan Pemerasan, Pemred: Pemberitaan Tidak Berimbang dan Cederai Etika Jurnalistik
Berita ini 383 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:49

PMBB Manggarai Barat Sampaikan Duka atas Meninggalnya Dua Wisatawan Austria di Cunca Wulang

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:23

Tuding Santi Monika “Rentenir”, Sius Ruem Malah Kabur dari Konfirmasi dan Blokir Nomor Wartawan

Jumat, 8 Mei 2026 - 07:49

Pengacara dan Wartawan Diduga Intimidasi Tergugat dalam Sengketa Jual Beli Tanah di Desa Ketang

Rabu, 6 Mei 2026 - 02:18

Selain Mantan Napi, Ini Wajah Lain Emiliana Helni yang Bikin Publik Kaget.

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:14

Santi Mawarni Mengaku Korban, Berujung Damai dan Terima “Amplop”

Berita Terbaru