BANERATV.COM – Dunia pendidikan di Kabupaten Manggarai Barat kembali diguncang skandal memalukan. Marsianus Jehadut, S.Pd., Kepala Sekolah SDN Sewar, diduga tidak masuk sekolah selama 1 tahun 4 bulan penuh, namun tetap menerima gaji sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
Kasus ini mencuat setelah sejumlah orang tua murid mengeluhkan kondisi sekolah yang semakin memprihatinkan. Mereka menilai Marsianus hanya aktif dua bulan pasca dilantik pada awal 2024, lalu menghilang tanpa kejelasan.
“Kami kecewa besar. Lebih dari setahun kepala sekolah tidak pernah masuk, guru jadi seenaknya, dan anak-anaklah yang paling dirugikan,” ungkap salah seorang wali murid dengan nada kecewa.
Situasi semakin panas setelah muncul informasi baru: pelapor diduga pernah meminta uang sebesar Rp20 juta kepada Marsianus dengan ancaman, bila tidak dipenuhi, kasus ketidakhadirannya akan dibocorkan ke media.
Temuan ini membuat publik terbelah. Di satu sisi, masyarakat menuntut agar Marsianus dicopot karena dianggap tidak menjalankan kewajiban sebagai ASN. Namun di sisi lain, dugaan adanya praktik “pemerasan” menambah kerumitan persoalan.
“Kalau benar ada permintaan uang, maka masalah ini bukan hanya soal indisipliner seorang kepala sekolah, tapi juga menyangkut integritas pihak-pihak yang melapor,” tegas seorang tokoh pendidiK di Sewar.
Meski demikian, para orang tua siswa tetap menegaskan bahwa absensi panjang Marsianus adalah persoalan utama yang paling merugikan anak-anak. Mereka mendesak pemerintah daerah bersikap tegas: mencabut status ASN Marsianus sekaligus mengusut ke mana larinya gaji yang tetap ia terima selama tidak bekerja.
Hingga berita ini diturunkan, Marsianus Jehadut belum memberikan klarifikasi. Pesan konfirmasi yang dikirim awak media melalui WhatsApp juga belum dibalas. Publik kini menunggu penjelasan langsung darinya: apakah benar ia mangkir selama 1 tahun 4 bulan, dan bagaimana tanggapannya terkait dugaan permintaan uang Rp20 juta dari pihak pelapor.











