BANERATV.COM – Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Inocentius Peni, membuktikan komitmennya kepada konstituen di Kecamatan Welak. Politisi yang akrab disapa Ino Peni ini merehabilitasi akses jalan rusak yang menghubungkan Desa Golo Ndari dan Desa Watu Umpu menggunakan dana pribadinya.
Langkah nyata ini merupakan respon cepat atas keluhan warga Dusun Ba’ang, Desa Golo Ndari, terkait buruknya akses transportasi yang selama ini menghambat mobilitas ekonomi dan kesehatan masyarakat.
Tokoh masyarakat setempat, Stanislaus Ndaru, mengungkapkan bahwa usulan perbaikan jalan tersebut disampaikan warga saat Ino Peni menggelar reses di Dusun Ba’ang pada 21 Desember 2025 lalu.
“Saat itu beliau meminta usulan prioritas. Kami sampaikan bahwa perbaikan jalan menuju Tadong dan kampung sekitarnya sangat mendesak. Kondisinya rusak parah dan sulit dilalui kendaraan,” ujar Stanis kepada awak media (30/01/2026).
Stanis membeberkan kondisi miris yang kerap dialami warga. Karena mobil tidak bisa melintas, warga terpaksa bergotong-royong menandu pasien atau ibu hamil yang membutuhkan pertolongan medis menuju titik yang bisa dijangkau kendaraan.
Warga mengaku terkejut sekaligus bangga atas kecepatan Ino Peni dalam menepati janji. Stanis menyebut masyarakat sempat mengira usulan tersebut hanya akan menjadi catatan formalitas belaka.
“Kami kaget saat melihat truk material tiba. Setelah dikonfirmasi, ternyata itu kiriman Pak Ino. Kami sangat berterima kasih karena titik-titik yang paling sulit kini sudah bisa dilalui kendaraan. Ini bentuk kepedulian yang luar biasa,” imbuhnya.

Pengerjaan rehabilitasi jalan ini dilakukan secara swadaya. Puluhan warga turun langsung membawa peralatan kerja untuk memastikan material terserap dengan baik di titik-titik kerusakan yang krusial.
Dikonfirmasi secara terpisah, Inocentius Peni menegaskan bahwa aksi sosial ini murni inisiatif pribadi sebagai kader PAN untuk hadir di tengah kesulitan rakyat. Ia menyadari jika hanya mengandalkan intervensi APBD, masyarakat harus menunggu proses birokrasi yang panjang.
“Aspirasi saat reses Desember 2025 baru bisa diusulkan untuk anggaran 2026 dan terealisasi di tahun 2027. Itu pun jika disetujui pemerintah. Masyarakat tidak bisa menunggu selama itu untuk kebutuhan yang sifatnya darurat,” tegas Ino.
Lebih lanjut, Ino menyatakan bahwa dirinya merasa terbebani secara moral jika kehadirannya di tengah masyarakat hanya sekadar menampung keluhan tanpa memberikan solusi konkret.
“Jujur, masyarakat mungkin sudah bosan dengan formalitas reses jika tidak ada solusi. Saya merasa malu kalau datang berkali-kali tapi keluhannya tetap sama. Apa yang bisa saya lakukan secara pribadi hari ini, akan saya lakukan demi masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Ronald J
Editor : Redaksi Baneratv.com







