BANERATV.COM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) akan melakukan efisiensi besar-besaran pada tahun anggaran 2026. Langkah ini diambil setelah Kementerian Keuangan memangkas dana Transfer ke Daerah (TKD) dan mengalihkan sebagian anggarannya ke Kementerian/Lembaga (K/L) di daerah.
Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) NTT, Benhard Menoh, mengatakan pemangkasan dilakukan untuk menjaga stabilitas fiskal tanpa mengganggu pelayanan publik.
“Belanja wajib seperti gaji dan tunjangan tetap aman. Namun, pos lain seperti rapat, perjalanan dinas, dan operasional kantor akan kita efisienkan,” ujarnya, Senin (13/10/2025).
Benhard menjelaskan, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan diminta menetapkan satu program prioritas utama sesuai kemampuan keuangan daerah.
“Contohnya, perjalanan dinas dikurangi, rapat lebih banyak dilakukan secara virtual, dan pengeluaran seperti konsumsi atau alat tulis kantor ditekan,” katanya.
Ia menegaskan, efisiensi ini bukan berarti penurunan kinerja. Gubernur NTT, kata Benhard, telah menginstruksikan agar ASN tetap menjaga semangat kerja meski anggaran terbatas.
“Efisiensi tidak boleh mematikan semangat. Kita tetap bekerja seperti biasa, hanya lebih hemat dan fokus,” tegasnya.
Menurut data dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK), TKD NTT tahun 2026 turun 9,21 persen dari tahun sebelumnya.
Pada 2025 NTT menerima Rp 3,105 triliun, sementara pada 2026 hanya Rp 2,819 triliun, atau berkurang Rp 286 miliar. Penurunan terjadi pada DAU, DBH, dan DAK Fisik, sementara DAK Non Fisik naik karena adanya Tunjangan Profesi Guru (TPG).
Benhard berharap, kolaborasi antara Pemprov dan Kementerian/Lembaga di daerah bisa membantu menutupi keterbatasan APBD.
“Kita harapkan program pusat bisa disinergikan dengan agenda daerah supaya efisiensi ini tetap menghasilkan capaian pembangunan,” ujarnya.
Pemprov NTT dijadwalkan menyampaikan Nota Keuangan 2026 ke DPRD pada pertengahan Oktober 2025. Langkah efisiensi ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan fiskal tanpa mengorbankan layanan publik di seluruh wilayah NTT.
Penulis : Ronald J
Editor : Redaksi











