Mencoba Sogok Wartawan Baneratv Rp5 Juta, Dugaan Praktik Rentenir Oknum Polisi Dan Istrinya Di Manggarai Barat Kian Terkuak.

- Redaksi

Rabu, 29 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, BANERATV.COM – Upaya membungkam kerja jurnalistik kembali terjadi. Kali ini menyasar Baneratv.com. Dugaan praktik rentenir yang menyeret nama oknum polisi Cristian Waldi Budiman dan istrinya, Fransiska Linda, tidak hanya memunculkan korban, tetapi juga membuka indikasi serius adanya percobaan suap demi menghapus jejak pemberitaan.

Baneratv.com berdiri di satu garis tegas: tidak tunduk pada tekanan, tidak dibeli oleh uang.

Dari Dugaan Rentenir ke Dugaan Suap

Kasus ini bermula dari pengaduan seorang nasabah bernama Santi Mawarni yang mengaku mengalami tekanan, penghinaan, hingga ancaman saat proses penagihan utang. Dalam rekaman suara yang telah dipublikasikan Baneratv.com, terdengar kata-kata kasar yang diduga dilontarkan Fransiska Linda, mulai dari mencaci, merendahkan martabat manusia, hingga menyuruh korban “jual diri” dan “jual anak” demi melunasi utang.

Alih-alih memberikan klarifikasi secara terbuka, pihak yang bersangkutan justru diduga memilih jalur belakang.

Pada Senin, 27 April 2026, Pemimpin Redaksi Baneratv.com didatangi seorang perantara yang mengaku diutus langsung oleh Cristian Waldi Budiman dan Fransiska Linda.

Pesan yang dibawa tidak main-main:

“Mereka mau selesaikan secara keluarga. Mereka mau ketemu, minta maaf, dan sudah siapkan uang Rp5 juta. Tapi syaratnya semua berita dihapus, termasuk voice note yang sudah diposting.”

Lebih jauh, perantara itu bahkan mengatur skenario pertemuan:

“Kalau setuju, kita ketemu di restoran Wae Nahi. Setelah itu langsung ke Propam Polres Manggarai Barat untuk tanda tangan kesepakatan.”

Ini bukan sekadar ajakan damai. Ini adalah indikasi kuat upaya membungkam pers dengan uang.

Baneratv.com Menolak: Kami Bukan Media Pesanan

Sikap redaksi tidak berubah:

“Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, bertemu narasumber untuk kepentingan di luar peliputan. Terlalu banyak korban dari perbuatan mereka. Kami berdiri bersama mereka yang diinjak harga dirinya. Apalagi kalau ada upaya sogok itu justru memperkuat alasan kami untuk terus membuka kasus ini,” tegas Pemred Baneratv.com.

Tidak ada negosiasi. Tidak ada kompromi.

“Damai” yang Dipertanyakan: Ada Apa di Balik Amplop?

Kristian Waldi Budiman, Fransiska Linda, dan Santi Mawarni di ruangan Propam Polres Manggari Barat.

Sehari berselang, publik dikejutkan dengan beredarnya status WhatsApp milik santi Mawarni. Dalam unggahan itu, ia menyatakan kasusnya telah “berakhir damai”. Foto yang menyertainya memperlihatkan Santi Mawarni bersama Cristian Waldi dan Fransiska Linda di ruang Propam, memegang dokumen yang hingga kini tidak pernah dibuka ke publik.

Namun fakta di lapangan berbicara lain.

Santi Mawarni sendiri mengakui kepada redaksi bahwa perdamaian itu tidak lahir dari ketulusan semata.

“Sebenarnya saya tidak mau damai. Saya sudah terlanjur sakit hati,” ungkapnya.

Ia menceritakan bagaimana proses itu terjadi dari panggilan mendadak, pertemuan di Pendopo depan polres, hingga pertemuan lanjutan di restoran di Wae Nahi.

“Mereka langsung peluk saya, minta maaf. Bilang mereka khilaf, emosi, tidak kendali. Mereka minta maaf untuk saya, anak saya, dan mama saya.”

Namun ada pengakuan yang lebih tajam:

“Mereka mau sekali ketemu dengan kakak (Pemred Baneratv.com), mau minta hapus berita. Tapi bukan begitu saja, mereka ada bawa uang. Kakak paham to, adat Manggarai.”

Kalimat itu membuka tabir: uang diduga menjadi bagian dari ‘jalan damai’.

Santi Mawarni juga mengungkap adanya tekanan psikologis dari pihak terlapor:

“Pak Waldi sudah dipanggil Kapolres, diancam mutasi. Istrinya juga. Mereka takut, makanya mereka kejar urusan damai.”

Pada akhirnya, Santi Mawarni mengaku luluh:

“Saya kasihan lihat mereka. Mereka bilang dari semalam tidak tidur. Jadi saya maafkan.”

Namun pertanyaan publik tetap menggantung: apakah ini benar-benar damai, atau damai yang dibeli?

Baneratv.com: Dikhianati, Tapi Tidak Mundur

Pemred Baneratv.com, Ronald Jantur, tidak menutupi kekecewaannya:

“Kami sudah membantu Santi Mawarni tanpa meminta apa pun. Kami dihina, dicaci, demi mengangkat kasus ini. Tapi akhirnya kami merasa dimanfaatkan untuk kepentingan mendapatkan uang dari kasus ini.”

Meski demikian, redaksi menegaskan satu hal penting:

perdamaian individu tidak menghapus kepentingan publik.

Tidak Ada Kata Mundur

Baneratv.com kembali menegaskan sikapnya:

“Tidak akan ada kata damai untuk kasus seperti ini. Ini bukan sekadar persoalan pribadi. Ini menyangkut praktik yang meresahkan, merendahkan martabat manusia, dan mencederai hukum. Kalau berani berbuat, harus berani bertanggung jawab.”

Kristian Waldi dan Fransiska Linda: Semakin Terpojok

Alih-alih meredam situasi, langkah-langkah yang diambil justru memperkuat sorotan publik. Dugaan praktik rentenir, rekaman penghinaan terhadap korban, hingga indikasi upaya suap terhadap media semuanya membentuk satu rangkaian yang tidak bisa lagi dianggap sepele.

Baneratv.com masih terus membuka ruang klarifikasi kepada Cristian Waldi Budiman, Fransiska Linda, Propam Polres Manggarai Barat, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat

Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi yang diterima.

Catatan Keras Redaksi

Ini bukan hanya tentang satu kasus.
Ini tentang bagaimana kekuasaan, jabatan, dan uang diduga digunakan untuk menekan kebenaran.

Baca Juga:  BREAKING NEWS: Pemred Baneratv.com Resmi Laporkan Bripka Kristian Waldi Budiman ke Propam Polres Manggarai Barat

Baneratv.com memilih berdiri di sisi yang tidak populer: membela korban, bukan pelaku.

Menolak uang, meski itu berarti menghadapi tekanan.

Dan terus bersuara, meski ada upaya untuk membungkam.

Jika kebenaran bisa dibeli dengan Rp5 juta, maka keadilan sudah lama mati.

Dan Baneratv.com memilih untuk tidak ikut menguburnya.

Penulis : Redaksi Baneratv.com

Editor : Redaksi Baneratv.com

Berita Terkait

Selain Mantan Napi, Ini Wajah Lain Emiliana Helni yang Bikin Publik Kaget.
Santi Mawarni Mengaku Korban, Berujung Damai dan Terima “Amplop”
Emiliana Helni Akan Ditetapkan Sebagai Tersangka, Ini Pernyataan Kuasa Hukum IB
Diduga Peras Narasumber,oknum Wartawan suaranusantara.co di Labuan Bajo Berkali-kali Minta Uang hingga Rp300 Ribu
Kades Golo Mbu Tekankan Generasi Unggul, 9 Siswa MAS Nurul Ikhlas NW Werang Lulus 100 Persen
Advokat Marsel Ahang Bongkar Versinya: Bantah Isu “Damai Berbayar”, Soroti Sikap Kuasa Hukum EH
Kembali Berpolemik, Emiliana Helni Disorot Usai Unggahan Kontroversial di Media Sosial
Baneratv.com Bantah Tuduhan Pemerasan, Pemred: Pemberitaan Tidak Berimbang dan Cederai Etika Jurnalistik
Berita ini 1,671 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 02:18

Selain Mantan Napi, Ini Wajah Lain Emiliana Helni yang Bikin Publik Kaget.

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:14

Santi Mawarni Mengaku Korban, Berujung Damai dan Terima “Amplop”

Senin, 4 Mei 2026 - 12:20

Emiliana Helni Akan Ditetapkan Sebagai Tersangka, Ini Pernyataan Kuasa Hukum IB

Senin, 4 Mei 2026 - 09:38

Diduga Peras Narasumber,oknum Wartawan suaranusantara.co di Labuan Bajo Berkali-kali Minta Uang hingga Rp300 Ribu

Senin, 4 Mei 2026 - 08:07

Kades Golo Mbu Tekankan Generasi Unggul, 9 Siswa MAS Nurul Ikhlas NW Werang Lulus 100 Persen

Berita Terbaru