BANERATV.COM – Wakil Bupati Manggarai Barat (Mabar), Dr. Yulianus Weng, menyampaikan peringatan tegas kepada warga di wilayah kepulauan sekitar Labuan Bajo agar segera meningkatkan kedisiplinan dalam pengelolaan sampah plastik. Peringatan keras ini disuarakan Wabup Weng saat menghadiri kegiatan konservasi bertajuk “Dari Seraya untuk Dunia: Menanam Mangrove, Menyemai Keberlanjutan” di Pulau Seraya Kecil, Kecamatan Komodo, pada Kamis (13/12/2025). Dalam kegiatan yang diinisiasi oleh IFG Life dan CECT Sustainability Universitas Trisakti tersebut, sebanyak 500 bibit mangrove berhasil ditanam.
Dalam sambutannya, Wabup Weng menekankan bahwa kesadaran kolektif dari masyarakat merupakan kunci utama untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama di gugusan pulau yang menjadi daya tarik pariwisata internasional.
Untuk memastikan penegakan aturan, Wabup Weng menyatakan akan segera mengumpulkan seluruh kepala desa di wilayah kepulauan dan menyiapkan sanksi berat bagi para pelanggar.
Saya akan kumpulkan seluruh kepala desa agar mengingatkan warganya untuk tidak membuang sampah plastik ke laut. Kalau ada yang melanggar, kita akan beri sanksi tegas, termasuk tidak diberikan layanan BPJS maupun bantuan sosial lainnya,” tegas Weng di hadapan warga.
Selain persoalan sampah plastik yang mencemari lautan, Wabup Weng juga mengimbau warga agar tidak merusak dan menebang pohon bakau (mangrove) secara sembarangan.
Bakau yang ditanam ini bukan untuk bupati atau wakil bupati, tapi untuk masyarakat. Jangan rusak lagi lingkungan yang sudah kita jaga bersama, pesannya, menambahkan bahwa penanaman mangrove adalah langkah konkret dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
Ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Indonesian Waste Platform (IWP) yang berjuang setiap hari membersihkan sampah di kepulauan, namun mengingatkan bahwa kepedulian utama seharusnya datang dari masyarakat sendiri. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life), CECT Sustainability Universitas Trisakti, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, serta berbagai komunitas seperti GAHAWISRI, P3KOM, Askawi, IWP, pelajar, dan masyarakat setempat.
Menjelaskan komitmen perusahaan, Kepala Divisi Pengadaan dan Pengelolaan Aset IFG, Fiman Anindra, menerangkan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari penerapan prinsip keberlanjutan yang seimbang antara aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial.
Menanam mangrove bukan sekadar aksi simbolis, tetapi perwujudan tanggung jawab kita terhadap bumi. Ekonomi tidak hanya ditopang oleh transaksi, tapi juga oleh keseimbangan alam yang menopang kehidupan,” ungkap Fiman.
Sementara itu, Marta Muslin Tulis (Ica Tulis) dari CECT Sustainability Universitas Trisakti memberikan edukasi tentang peran vital mangrove sebagai penahan abrasi, habitat biota laut, dan penyerap karbon untuk mitigasi perubahan iklim.
Mangrove bukan hanya pelindung pantai, tetapi rumah bagi ribuan makhluk laut. Menanamnya berarti melindungi kehidupan,” tutup Ica.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pulau Seraya Kecil kini menjadi simbol komitmen bersama untuk menjaga bumi dari tepian timur Indonesia.




Penulis : Ronald J
Editor : Redaksi Baneratv.com







