Teror “Nomor Swedia” Hantui Pemred Baneratv.com Usai Bongkar Sederet Kasus Besar Di Manggarai Barat.

- Redaksi

Sabtu, 7 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, BANERATV.COM – Keberanian redaksi baneratv.com dalam menguliti berbagai dugaan skandal di wilayah Kabupaten Manggarai Barat berbuntut panjang. Pasca konsisten memberitakan kasus Cleopatra, Mawar Jingga Pub & Karaoke, hingga proyek infrastruktur seperti Wae Sanjong dan SPAM Wae Kanta senilai lebih dari Rp1 Miliar, Pemimpin Redaksi (Pemred) Ronald Jantur kini menjadi sasaran intimidasi sistematis.

Puncaknya terjadi pada Sabtu, 7 Februari 2026. Ronald menerima pesan bernada ancaman dari nomor internasional berkode negara Swedia (+46 76 580 53 74) dengan nama profil “mitarata85”.

Screenshot Pesan WA Dari Nomor Tak Dikenal


Dalam pesan singkat tersebut, sang pengirim gelap melancarkan serangan verbal dan tuduhan serius terkait etika profesi:

“Ronald Djantur kau siap-siap dilaporkan ke Dewan Pers dan APH. Bukti chatting permintaan uang ke beberapa kontraktor, pengusaha, pemilik tempat hiburan akan segera kami rilis. Ini masih permulaan, kau hancurkan Marwah media,” tulis pesan tersebut.

Ironisnya, setelah melempar ancaman, nomor misterius itu langsung memblokir kontak Ronald, sebuah tindakan yang dinilai sebagai pengecut dan upaya teror psikologis belaka.

Menanggapi hal tersebut, Ronald Jantur tidak gentar sedikit pun. Ia justru menantang balik oknum di balik nomor internasional tersebut untuk membuktikan tuduhannya secara hukum, bukan melalui teror gelap.

“Kalau ada bukti, saya justru mendorong itu. Pakai nomor asli, jangan nomor luar negeri untuk intimidasi. Jika saya terbukti seperti tuduhan Anda, saya siap bertanggung jawab dengan segala risiko. Tapi jika tidak, Anda hati-hati. Saya tahu siapa Anda,” tegas Ronald.

Ronald juga secara terbuka meminta kepada para kontraktor maupun pemilik tempat hiburan malam yang merasa pernah diperas olehnya untuk segera melapor ke Aparat Penegak Hukum (APH) dan Dewan Pers.

“Silakan lapor agar semua terang benderang. Seingat saya, tidak sekalipun saya melakukan hal kotor seperti yang dituduhkan,” tambahnya.

Ronald menduga kuat bahwa rangkaian teror ini merupakan upaya pembungkaman terhadap baneratv.com yang tengah gencar membongkar kasus-kasus besar yang melibatkan kepentingan tertentu. Ia menegaskan bahwa redaksi tidak akan mundur selangkah pun dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.

Sebagai langkah tegas, Ronald Jantur memberikan ultimatum 3×24 jam bagi pihak-pihak yang telah mengirimkan pesan ancaman dan intimidasi untuk segera menemuinya dan meminta maaf secara terbuka.

“Jika dalam waktu yang ditentukan tidak ada iktikad baik, saya akan mengambil langkah hukum serius dan melaporkan seluruh nomor pengancam ke pihak berwajib. Kami tidak akan berhenti membongkar kasus yang dilaporkan masyarakat,” tutupnya.

Penulis : Redaksi Baneratv.com

Editor : Redaksi Baneratv.com

Berita Terkait

PMBB Manggarai Barat Sampaikan Duka atas Meninggalnya Dua Wisatawan Austria di Cunca Wulang
Aldy Dalton Ndolu, SH Pastikan Laporan terhadap Emiliana Helni Tetap Berjalan, Polisi Libatkan Sejumlah Ahli
Pola Main Rentenir Berkedok “Admin”: Bunga Mencekik, Penagihan Brutal, Nasabah Dijerat Seumur Hidup
Masyarakat Kecil Dicekik Rentenir Berseragam, Propam dan Kapolres Mabar Ikut Disorot
Polisi Jadi Rentenir, Propam Dinilai Mandul: Kapolres Mabar Diduga Lindungi Anggota Bermasalah
Berusaha Melawan Kebijakan Negara? Emiliana Helni Dijemput Paksa, Status Kasar terhadap Pejabat Viral dan Tuai Kemarahan Publik
Dua Jam Sebelum Tewas, Bripka Alexandrea Riberu Diduga Diteror Santi Monika: “Cepat Transfer, Jangan Jadi Polisi Tipu-Tipu!”
Tuding Santi Monika “Rentenir”, Sius Ruem Malah Kabur dari Konfirmasi dan Blokir Nomor Wartawan
Berita ini 420 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:49

PMBB Manggarai Barat Sampaikan Duka atas Meninggalnya Dua Wisatawan Austria di Cunca Wulang

Minggu, 17 Mei 2026 - 02:39

Aldy Dalton Ndolu, SH Pastikan Laporan terhadap Emiliana Helni Tetap Berjalan, Polisi Libatkan Sejumlah Ahli

Selasa, 12 Mei 2026 - 03:41

Masyarakat Kecil Dicekik Rentenir Berseragam, Propam dan Kapolres Mabar Ikut Disorot

Senin, 11 Mei 2026 - 12:31

Polisi Jadi Rentenir, Propam Dinilai Mandul: Kapolres Mabar Diduga Lindungi Anggota Bermasalah

Sabtu, 9 Mei 2026 - 07:53

Berusaha Melawan Kebijakan Negara? Emiliana Helni Dijemput Paksa, Status Kasar terhadap Pejabat Viral dan Tuai Kemarahan Publik

Berita Terbaru