LABUAN BAJO | BANERATV – Persoalan utang piutang yang diduga melibatkan Sius Ruem, seorang wartawan media online Suaranusantara.co, kembali mencuat ke publik. Setelah sebelumnya namanya sempat dikaitkan dalam pemberitaan terkait dugaan pemerasan terhadap seorang nasabah koperasi di Labuan Bajo, kini muncul pengakuan dari seorang perempuan yang mengaku masih memiliki piutang terhadap Sius Ruem dan mengaku pernah menerima ajakan yang dianggap tidak pantas dari Sius Ruem.
Kepada BANERATV.COM, perempuan tersebut menuturkan bahwa dirinya telah mengenal Sius Ruem sejak Agustus 2024. Menurut pengakuannya, perkenalan tersebut kemudian berlanjut pada beberapa kali transaksi pinjam-meminjam uang.
“Saya kenal Sius sejak bulan Agustus tahun 2024,” ujar perempuan tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa pinjaman pertama dilakukan di pendopo depan Polres Manggarai Barat dan disaksikan oleh sejumlah pihak. Awalnya, Sius disebut meminjam uang sebesar Rp500 ribu dan telah melunasinya. Namun setelah itu, menurut pengakuannya, Sius kembali beberapa kali meminjam uang dengan nominal yang lebih besar.
“Dia pinjam uang ke saya, lalu saya kasih. Pinjamnya dulu di pendopo depan Polres. Ada saksi waktu itu. Pertama pinjam Rp500 ribu dan itu sudah dibayar. Setelah itu pinjam lagi Rp1 juta. Habis dari Rp1 juta, pinjam lagi Rp2 juta. Setelah itu pinjam lagi Rp1 juta dengan alasan mau beli handphone,” tuturnya.
Jika dijumlahkan, total pinjaman yang disebutkan mencapai Rp4 juta. Namun dari jumlah tersebut, narasumber mengaku baru menerima pengembalian senilai Rp1 juta yang diberikan dalam bentuk sebuah telepon genggam.
“Kalau totalnya Rp4 juta, berarti sekarang masih tersisa Rp3 juta. Yang Rp1 juta itu dia bayar pakai satu HP. Setelah itu tidak pernah bayar lagi, cicilan pun tidak ada,” katanya.
Menurut pengakuan narasumber, sejak memasuki tahun 2025 dirinya terus berupaya menagih sisa utang tersebut. Namun yang diterimanya hanya janji pembayaran yang hingga kini belum terealisasi.
“Saya tagih terus sampai masuk tahun 2025. Dia selalu bilang akan bayar, tetapi hanya janji-janji saja. Sampai sekarang belum dibayar,” ungkapnya.
Yang membuat perempuan tersebut semakin kecewa, persoalan tidak hanya berhenti pada urusan utang piutang. Ia mengaku pernah menerima pesan melalui Facebook Messenger yang membuatnya merasa tidak nyaman.
Menurut pengakuannya, pesan tersebut berisi ajakan untuk “main”. Karena tidak memahami maksud kata tersebut, ia kemudian meminta penjelasan kepada Sius Ruem.
“Dia ajak main. Saya tanya, ‘Apa itu main, Om Sius?’ Dia jawab, ‘Toko pe’. Toko itu artinya tidur. Jadi dia ajak tidur,” ujarnya.
Perempuan itu mengaku terkejut dengan ajakan tersebut. Pasalnya, dalam posisinya sebagai pihak yang memberikan pinjaman, ia mengaku hanya berharap uang yang dipinjam dapat dikembalikan sebagaimana mestinya.
“Dia minta tidur dengan saya dan berhubungan badan,” katanya.
Ajakan itu, menurut pengakuannya, langsung ditolak. Ia mengaku membalas pesan tersebut dengan mengingatkan Sius Ruem mengenai kewajibannya untuk melunasi utang yang masih tersisa.
“Saya punya harga diri. Saya tidak pernah meminta yang macam-macam. Saya hanya menagih uang saya. Waktu dia susah saya bantu, tetapi sekarang ketika saya membutuhkan uang itu kembali, dia tidak membayarnya,” tegasnya.
Ia juga mengaku kecewa karena saat Sius membutuhkan bantuan keuangan, dirinya bersedia memberikan pinjaman. Namun ketika uang tersebut dibutuhkan kembali untuk keperluan keluarga, terutama pendidikan anaknya, tidak terlihat adanya itikad baik untuk menyelesaikan kewajiban tersebut.
Saat ditanya mengenai frekuensi ajakan tersebut, narasumber menegaskan bahwa peristiwa itu terjadi satu kali.
“Hanya sekali itu saja,” katanya.
Kini perempuan tersebut berharap agar persoalan tersebut dapat segera diselesaikan secara baik-baik. Ia mengaku sangat membutuhkan uang tersebut untuk biaya pendidikan anaknya yang akan melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA.
“Saya berharap dia segera bayar uang itu. Saya sekarang sangat butuh uang tersebut untuk menyekolahkan anak saya yang mau masuk SMA. Itu saja harapan saya,” tutupnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Sius Ruem belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan tanggapan maupun klarifikasi. Upaya konfirmasi yang dilakukan redaksi melalui nomor WhatsApp yang biasa digunakan tidak membuahkan hasil karena nomor jurnalis media ini diduga telah diblokir.
Sesuai prinsip keberimbangan dan asas praduga tak bersalah, redaksi tetap membuka ruang hak jawab kepada Sius Ruem untuk memberikan klarifikasi atau tanggapan atas seluruh keterangan yang disampaikan dalam pemberitaan ini.




Penulis : Redaksi Baneratv.com
Editor : Redaksi Baneratv.com







