Dua Jam Sebelum Tewas, Bripka Alexandrea Riberu Diduga Diteror Santi Monika: “Cepat Transfer, Jangan Jadi Polisi Tipu-Tipu!”

- Redaksi

Jumat, 8 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, BANERATV.COM — Setelah nama Emiliana Helni dan Fransiska Linda mencuat dalam dugaan praktik pinjaman berbunga tinggi, kini muncul nama baru dalam pusaran dugaan praktik rentenir dengan metode penagihan yang disebut-sebut kasar, brutal, dan mempermalukan nasabah di ruang publik. Sosok tersebut adalah Monika Susanti, pemilik akun pinjaman bernama Mitra Cash.

Tangkapan layar chattingan di group Pinjaman Sementara 10 Hari Mitra Cash ( Sumber: Mawar)


Monika Susanti diduga menjalankan praktik pinjaman dengan bunga tinggi hingga mencapai 30-50 persen, disertai tekanan verbal dan ancaman terhadap nasabah yang menunggak pembayaran. Namanya kini ikut disorot setelah muncul dugaan keterkaitan tekanan penagihan terhadap almarhum Bripka Alexandrea Riberu, anggota polisi yang ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri di rumah kosong samping pos.

Tangkapan layar chattingan di group Pinjaman Sementara 10 Hari Mitra Cash ( Sumber: Mawar)


Kasus ini kembali mencuat karena hingga kini kematian Bripka Alexandrea Riberu dinilai belum diusut secara transparan dan tuntas. Sementara itu, pihak keluarga, termasuk ipar kandung almarhum, terus mendesak agar penyebab kematian korban dibuka secara terang kepada publik.

Berdasarkan informasi dan bukti yang diterima redaksi BANERATV.COM, sekitar dua jam sebelum korban meninggal dunia, terjadi penagihan utang secara intens dan bernada intimidatif di grup pinjaman bernama Pinjaman Sementara Sepuluh Hari Mitra Cash.

Salah satu narasumber yang identitasnya disamarkan dengan nama Mawar mengaku menyaksikan langsung percakapan tersebut di dalam group Pinjaman Sementara Sepuluh Hari Mitra Cash.

“Sekitar jam dua lewat, almarhum sempat bilang di grup, ‘Bos, OTW transfer’. Tapi langsung ada voice note dari Ibu Santi Monika yang bilang harus bayar saat itu juga, jangan jadi polisi tipu-tipu,” ungkap Mawar kepada redaksi.

Menurut Mawar, batas pembayaran ditetapkan pukul 16.00 WITA. Bahkan disebut ada ancaman akan memviralkan identitas korban di media sosial apabila pembayaran tidak segera dilakukan.

“Jam 16.10 kalau belum masuk, katanya siap diviralkan di Facebook,” lanjutnya.

Tak lama setelah kejadian itu, seluruh percakapan terkait korban di grup, termasuk voice note dan unggahan lain, disebut dihapus secara massal.

Redaksi BANERATV.COM juga menerima sejumlah rekaman voice note yang diduga dikirim langsung oleh Monika Susanti kepada korban. Dalam rekaman tersebut terdengar nada tinggi dan tekanan verbal terhadap Bripka Alexandrea Riberu.

“Tidak bisa sabar lagi Polisi Riberu. Dari kemarin sudah kau janji terus. Bikin pusing orang punya uang, tidak tahu malu kamu kah? Kalau saya posting maki kamu di Facebook. Percuma kalian jadi polisi, jadi polisi itu kerja jujur jangan tipu-tipu,” demikian isi voice note yang diterima redaksi.

Tak hanya itu, Monika Susanti juga sempat mengunggah pernyataan bernada keras di grup Pinjaman Sementara Sepuluh Hari Mitra Cash. Tulisan tersebut berisi ancaman terhadap pihak yang dianggap menyebarkan informasi dari dalam grup serta penghinaan terhadap para peminjam.

Dalam unggahan itu, ia menulis:

“INGATTTT… JANGAN SAMPAI SAYA TAU ATAU SAYA DAPAT MANUSIA YANG SEBAR TANPA SEPENGETAHUAN ADMIN & PEMILIK UANG, MAKA SIAP SAJA KAMI LAPOR…”

Ia juga menuliskan kalimat bernada penghinaan:

“KALIAN YANG UTANG BANYAK DIMANA-MANA, MISKIN MELARAT, TIDAK MAMPU BAYAR SALAHKAN PEMILIK UANG…”

Unggahan tersebut kemudian dikirim oleh sejumlah nasabah kepada redaksi BANERATV.COM karena merasa dipermalukan dan direndahkan.

Selain itu, Monika Susanti juga beberapa kali menghubungi redaksi BANERATV.COM melalui WhatsApp. Dalam salah satu pesannya, ia mengaku pernah menjadi wartawan.

“Saya juga pernah jadi wartawan. Saya juga tahu sampai batas mana kita harus bertindak,” tulisnya kepada redaksi.

Dalam voice note lain, ia juga mengatakan:

“Orang-orang yang saya maki ini, mereka sudah terima dengan ikhlas.”

Sementara ketika dikonfirmasi terkait praktik penagihan tersebut, Monika justru mempertanyakan motif wawancara yang dilakukan jurnalis BANERATV.COM.

“Apa urusannya kau? Motifnya kau apa?” ucapnya dalam rekaman voice note.

Tak berhenti di situ, Monika juga menuding jurnalis BANERATV.COM melakukan teror terhadap dirinya, meski wartawan bersangkutan telah memperkenalkan diri dan menjelaskan bahwa proses yang dilakukan merupakan wawancara untuk kepentingan pemberitaan.

“Saya tidak menuduh kau membela penipu, tapi kalau kau meneror seperti ini, saya sudah merasa kau ada di pihak mereka yang menipu saya,” katanya.

Ia bahkan sempat mengeluarkan peringatan bernada ancaman kepada wartawan BANERATV.COM.

“Ronald, kau harus hati-hati. Kau sudah mengambil semua voice note di grup saya lalu kirim kembali ke saya. Tujuannya apa? Memangnya kau yang berurusan dengan nasabah itu?”

Monika juga mempersoalkan tersebarnya rekaman voice note yang kemudian digunakan sebagai bahan konfirmasi media. Padahal menurut penelusuran redaksi, rekaman tersebut dikirim sendiri oleh para nasabah yang merasa dirugikan dan ditekan.

Di sisi lain, muncul pula sejumlah kejanggalan terkait penanganan kasus kematian Bripka Alexandrea Riberu.

Dalam pemberitaan beberapa media sebelumnya, Kasat Reskrim disebut menyampaikan bahwa pihak keluarga telah menerima kematian korban sebagai takdir dan menolak dilakukan autopsi.

“Pihak keluarga menyampaikan telah menerima dengan ikhlas kematian korban sebagai takdir dan menolak untuk dilakukan autopsi serta menyatakan tidak akan menuntut untuk diproses hukum,” demikian pernyataan tertulis yang dikutip dari sejumlah media.

Media lain juga menyebut bahwa berdasarkan pemeriksaan terhadap ponsel Didimus, sosok penelepon terakhir korban disebut merupakan Briptu Rian Mike, anggota Bhabinkamtibmas Pospol Mano.

Namun keterangan itu berbeda dengan sikap keluarga korban. Ipar kandung almarhum yang akrab disapa Soni, justru meminta agar persoalan ini terus diangkat ke publik.

“Tolong angkat terus ini masalahnya BP Arthur ite, kami siap dukung ite,” ujarnya kepada redaksi.

Dalam panggilan video WhatsApp sambil menangis, Soni juga meminta agar BANERATV.COM terus mengawal kasus tersebut karena diduga ada tekanan yang membuat persoalan ini tidak terbuka secara terang.

“Ase tegi campe, naik koe terus lite berita tentang kesa daku ho. Ami dukung terus ite agu tim BANERATV. Kudut nganceng haeng taung ise sot pande tekanan latang kesa ho,” katanya dengan suara bergetar.

beberapa waktu lalu, redaksi BANERATV.COM juga menerima kiriman video dari Soni yang direkam di makam almarhum Bripka Alexandrea Riberu. Dalam video tersebut, ia tampak emosional sambil memukul makam dan meminta almarhum mendukung perjuangan media untuk mengungkap kasus tersebut hingga tuntas.

“Bapa Artur, nggo mai daku leso ho ce kamping hau, dukung dedia lhau BANERATV ho kudu selesaikan taung persoalan dau. Dukung ata ho lhau. Neka toe dukung lhau…” ucapnya dalam bahasa daerah sambil menangis.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi BANERATV.COM masih terus berupaya menghubungi pihak-pihak terkait untuk mendapatkan klarifikasi lanjutan, termasuk aparat penegak hukum dan pihak Monika Susanti. Namun upaya konfirmasi tersebut belum memperoleh jawaban resmi.

Penulis : Redaksi Baneratv.com

Editor : Redaksi Baneratv.com

Berita Terkait

Pola Main Rentenir Berkedok “Admin”: Bunga Mencekik, Penagihan Brutal, Nasabah Dijerat Seumur Hidup
Masyarakat Kecil Dicekik Rentenir Berseragam, Propam dan Kapolres Mabar Ikut Disorot
Polisi Jadi Rentenir, Propam Dinilai Mandul: Kapolres Mabar Diduga Lindungi Anggota Bermasalah
Berusaha Melawan Kebijakan Negara? Emiliana Helni Dijemput Paksa, Status Kasar terhadap Pejabat Viral dan Tuai Kemarahan Publik
Tuding Santi Monika “Rentenir”, Sius Ruem Malah Kabur dari Konfirmasi dan Blokir Nomor Wartawan
Pengacara dan Wartawan Diduga Intimidasi Tergugat dalam Sengketa Jual Beli Tanah di Desa Ketang
Selain Mantan Napi, Ini Wajah Lain Emiliana Helni yang Bikin Publik Kaget.
Santi Mawarni Mengaku Korban, Berujung Damai dan Terima “Amplop”
Berita ini 1,986 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:46

Pola Main Rentenir Berkedok “Admin”: Bunga Mencekik, Penagihan Brutal, Nasabah Dijerat Seumur Hidup

Selasa, 12 Mei 2026 - 03:41

Masyarakat Kecil Dicekik Rentenir Berseragam, Propam dan Kapolres Mabar Ikut Disorot

Senin, 11 Mei 2026 - 12:31

Polisi Jadi Rentenir, Propam Dinilai Mandul: Kapolres Mabar Diduga Lindungi Anggota Bermasalah

Sabtu, 9 Mei 2026 - 07:53

Berusaha Melawan Kebijakan Negara? Emiliana Helni Dijemput Paksa, Status Kasar terhadap Pejabat Viral dan Tuai Kemarahan Publik

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:15

Dua Jam Sebelum Tewas, Bripka Alexandrea Riberu Diduga Diteror Santi Monika: “Cepat Transfer, Jangan Jadi Polisi Tipu-Tipu!”

Berita Terbaru