LABUAN BAJO, BANERATV.COM – Kematian tragis seorang perempuan penghibur bernama Jurmaya, yang akrab disapa Luna, menyisakan rangkaian tanda tanya besar. Investigasi Baneratv.com yang dilakukan pada 29 Desember 2025 pukul 21.44 WITA mengungkap sejumlah kejanggalan serius yang terjadi pada malam terakhir almarhumah, 24 Desember 2025, sebelum ia dinyatakan meninggal dunia pada 25 desember 2025. Dari minuman beraroma tak lazim, identitas tamu yang tidak jelas, hingga dugaan keterlibatan pihak-pihak berpengaruh, seluruh potongan fakta tersebut membentuk gambaran kelam yang belum terjawab hingga kini.

Berdasarkan kesaksian eksklusif Gladis, rekan kerja yang menemani Luna pada malam kejadian, peristiwa bermula sekitar pukul 22.00 WIB di room karaoke Mawar Jingga bernomor 24. Malam itu, Luna dan Gladis melayani dua orang pria. Salah satunya dikenal dengan sapaan “Bang Dul”, sementara satu orang lainnya hingga kini tidak diketahui identitasnya.
“Mulai dari jam sepuluh malam sampai jam satu,” ujar Gladis dengan nada bergetar saat diwawancarai. Di atas meja, terhidang sepuluh botol bir dan dua botol anggur merah. Namun Gladis menegaskan, kondisi anggur merah yang dikonsumsi Luna sangat berbeda dari biasanya.
“Dari aroma dan rasanya kecut, asam, beda dengan anggur merah yang pernah saya tahu,” ungkapnya. Gladis mengaku telah memperingatkan Luna agar tidak meminum anggur tersebut karena mencurigakan. Namun peringatan itu diabaikan. Luna tetap meminumnya.
Perbedaan aroma dan rasa yang mencolok ini memunculkan dugaan serius. Apakah minuman tersebut telah kedaluwarsa, tercemar, atau justru telah dicampur dengan zat tertentu. Hingga kini, tidak ada klarifikasi resmi terkait asal-usul dan kondisi minuman tersebut dari pihak pengelola tempat hiburan.
Identitas kedua tamu yang bersama Luna pada malam itu juga menjadi titik krusial dalam penyelidikan. Isu yang berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa keduanya diduga berasal dari unsur aparat. Namun Gladis mengaku tidak mengetahui latar belakang mereka. “Tidak tahu, cuma tamu saja,” ujarnya singkat. Sementara itu, identitas pria kedua yang bersama Bang Dul seolah menghilang tanpa jejak, memperkuat dugaan adanya upaya penutupan fakta.
Di sisi lain, kehidupan pribadi Luna juga menyimpan banyak misteri. Isu kehamilan almarhumah mencuat kuat pascakejadian. Namun menurut Gladis, Luna merupakan sosok yang tertutup dan jarang berbagi cerita pribadi. “Dia tidak pernah cerita apa-apa, orangnya tertutup,” kata Gladis. Ia juga membantah bahwa Luna menggunakan narkoba, meskipun beredar informasi bahwa almarhumah kerap mengonsumsi obat penenang yang diperoleh dari fasilitas kesehatan tertentu.
Kasus ini sekaligus membuka kembali praktik bisnis di balik industri hiburan malam. Di Mawar Jingga Pub & Karaoke, tarif pendamping atau LC ditetapkan sebesar Rp150.000 per jam. Namun pekerja hanya menerima Rp100.000 setelah dipotong bagian manajemen atau “mami”. Premi botol bir pun hanya Rp2.500 per botol. Skema ini membuat para pekerja terpaksa mendorong tamu untuk mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar demi mengejar penghasilan, meski risiko kesehatan dan keselamatan kerap diabaikan.
Hingga kini, penyebab pasti kematian Luna belum terungkap. Apa yang sebenarnya terjadi setelah pukul 01.00 WIB, ketika Luna kembali ke kamarnya dalam kondisi tidak stabil, lalu ditemukan muntah-muntah dan kritis, masih menjadi tanda tanya besar. Kematian Luna bukan sekadar peristiwa individual, melainkan cermin rapuhnya perlindungan bagi pekerja hiburan malam dan kuatnya dugaan permainan “tangan-tangan tak terlihat” di balik industri tersebut.
Penelusuran Baneratv.com kemudian mengarah pada isu kehamilan almarhumah. Awak media memperoleh informasi bahwa pria yang diduga menghamili Luna berasal dari Jawa dan telah berdomisili di Labuan Bajo, tepatnya di Kampung Nggorang, sejak tahun 2010. Pria tersebut diketahui merupakan seorang pengusaha porang dan dikenal dengan nama panggilan Ari.
Pada 27 Desember 2025 pukul 22.34 WITA, awak media menghubungi Ari melalui sambungan telepon. Setelah memperkenalkan diri, Ari meminta agar pertemuan dilakukan secara langsung. Ia kemudian mendatangi Kantor Redaksi Baneratv.com di Jalan Baru, Gang Samping Bank NTT, Labuan Bajo. Dalam pertemuan tersebut, Ari tampak gemetar dan memohon agar tidak diwawancarai malam itu. Ia beralasan memiliki istri dan anak, serta meminta penundaan wawancara hingga keesokan harinya. Permintaan tersebut dihargai oleh Pemimpin Redaksi Baneratv.com dengan batas waktu Minggu, 28 Desember 2025 pukul 12.00 WITA.

Sebelum meninggalkan kantor redaksi, Ari mengakui pernah berhubungan dengan almarhumah. Namun ia menegaskan bahwa kehamilan Luna bukan tanggung jawabnya. “Saat itu dia sedang bekerja dan saya membayar jasanya,” ujarnya. Ari juga mengklaim bahwa Luna sering mengonsumsi obat penenang yang diperoleh dari Rumah Sakit Siloam dan Apotek Bunda. Ia bahkan menyebut bahwa Luna pernah dirawat di rumah sakit jiwa dan menduga kematian Luna disebabkan overdosis obat. Pernyataan tersebut merupakan klaim sepihak dan belum didukung bukti medis resmi.
Saat ditanya mengenai isu permintaan nikah siri dan rencana aborsi, Ari membantah seluruh tudingan tersebut. Namun ia mengakui pernah meminta perlindungan kepada seorang oknum polisi di Labuan Bajo, dengan alasan urusan bisnis.
Upaya lanjutan redaksi untuk meminta klarifikasi tidak membuahkan hasil. Pada Minggu, 28 Desember 2025 pukul 10.00 WITA, Ari tidak memenuhi janji wawancara. Pada 29 Desember 2025 sore, awak media mendatangi rumahnya di Nggorang. Ari sempat terlihat menuju masjid dan meminta awak media menunggu. Hingga pukul 21.00 WITA, ia tidak kembali.
hari ini, Selasa 30 Desember 2025 pukul 11.00 WITA, awak media kembali mendatangi rumah Ari. Seorang karyawan Toko Mulia, milik Ari, menyampaikan bahwa Ari bersama istri dan anaknya telah berangkat ke Jawa sekitar pukul 09.00 WITA menggunakan mobil berwarna hitam. Nomor redaksi Baneratv.com diketahui telah diblokir. Saat awak media menghubungi istri Ari, yang bersangkutan menyatakan tengah menuju Jawa dan menyarankan agar persoalan tersebut diselesaikan melalui pihak kepolisian.
Hingga berita ini diterbitkan, Baneratv.com masih terus berupaya mengumpulkan data, meminta klarifikasi pihak-pihak terkait, serta mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kematian Luna secara transparan dan profesional. Kasus ini bukan hanya soal kematian seorang perempuan, melainkan ujian bagi keadilan, perlindungan pekerja, dan integritas hukum di Labuan Bajo.




Penulis : Ronald J
Editor : Redaksi Baneratv.com







