Cegah Rabies Masuk Manggarai Barat, 60% dari 19.845 Anjing Sudah Divaksin! Pemkab Bergerak Cepat Amankan Pariwisata Labuan Bajo

- Redaksi

Jumat, 10 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANERATV.COM — Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat bergerak cepat menghadang ancaman rabies yang mulai merebak di wilayah tetangga, Kabupaten Manggarai. Melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, vaksinasi massal terhadap anjing terus digenjot, bahkan kini sudah mencapai 60% dari total 19.845 ekor populasi anjing di seluruh Manggarai Barat.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Manggarai Barat, Abidin, S.KH, menegaskan pihaknya berkomitmen penuh untuk melindungi masyarakat dan menjaga citra Labuan Bajo sebagai destinasi wisata dunia.

Per 10 Oktober 2025, capaian vaksinasi rabies sudah 60%. Target kami maksimal 70%. Kalau niat kami sebenarnya 100%. Kendala utama hanya di dana operasional dan keterlibatan masyarakat,” ujar Abidin di ruang kerjanya.

Vaksinasi All Out, Tapi Tantangan di Lapangan Tak Mudah

Meski capaian vaksinasi meningkat pesat, petugas lapangan menghadapi banyak kendala klasik. Mulai dari pemilik anjing yang tak ada di rumah, anjing yang baru melahirkan, hingga minimnya partisipasi warga dalam membantu proses vaksinasi.

Kadang anjingnya ada, tapi pemiliknya tidak mau pegang. Itu memperlambat proses. Tapi kami tetap jalan terus, ini tanggung jawab bersama,” tegas Abidin.

Dinas Peternakan juga menegaskan dukung penuh terhadap Instruksi Gubernur NTT Nomor 1 Tahun 2025 tentang Lockdown Anjing yang berlaku hingga 1 November 2025. Semua anjing wajib diikat atau dikandangkan agar tidak berkeliaran.

Baca Juga:  Ketua DPRD Manggarai Soroti Kasus Emiliana Helni, Dorong Penyelesaian Lewat Jalur Hukum dan Penertiban Praktik Rentenir

Sudah ada juga instruksi Bupati Manggarai Barat untuk memperkuat aturan itu,” imbuhnya.

924 Kasus Gigitan Hewan, Tapi Rabies Masih Terkendali

Sejak Januari 2025, tercatat 924 kasus gigitan hewan di Manggarai Barat. Namun sebagian besar bukan disebabkan oleh anjing rabies. Umumnya gigitan terjadi karena anjing betina baru melahirkan atau sedang makan lalu diganggu.

Hingga kini, dari 20 sampel yang dikirim ke Balai Besar Veteriner (BBV) Denpasar, hanya satu yang terindikasi rabies.

Syukurlah belum ada kasus rabies pada manusia. Tapi kami tetap waspada, karena satu kasus saja bisa mencoreng citra pariwisata Labuan Bajo,” kata Abidin.

Koordinasi Cepat Antarinstansi, Respon Kilat di Lapangan

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Peternakan membentuk Tim Reaksi Cepat bersama Dinas Kesehatan. Melalui sistem komunikasi digital, setiap laporan gigitan langsung direspons oleh dokter hewan di 12 Puskeswan di seluruh kecamatan.

Begitu ada laporan gigitan, tim langsung turun. Kalau anjing mati, kami ambil sampel otaknya untuk diuji di laboratorium. Semua jalur koordinasi sudah siap,” jelas Abidin.

Stok vaksin rabies untuk hewan dipastikan aman setelah mendapat tambahan 4.000 dosis dari Pemprov NTT, sedangkan vaksin antirabies untuk manusia (VAR) dikelola oleh Dinas Kesehatan.

Baca Juga:  LAPORAN INVESTIGASI! Detik-Detik Penentuan Sekda Propinsi NTT: ASN Pesta Miras, Pers Dibungkam, Nama Menguat, Masalah Menggumpal dan Bayang-Bayang Penjegalan Hans Sodo

Fokus Kawasan Wisata: Labuan Bajo, Desa Gorontalo, dan Sekitarnya

Dinas Peternakan memetakan wilayah berisiko tinggi di kawasan wisata, seperti Labuan Bajo, Desa Gorontalo, Batu Cermin, dan sekitarnya. Tingginya mobilitas wisatawan dan banyaknya anjing liar menjadi perhatian khusus.

Kalau rabies muncul di area wisata, dampaknya bisa fatal. Kita harus jaga nama baik Manggarai Barat sebagai wajah pariwisata dunia,” tegas Abidin.

Pulau Komodo & Rinca Jadi Target Berikutnya

Vaksinasi juga akan menyasar pulau-pulau kecil, seperti Komodo dan Rinca, yang selama ini belum tersentuh karena kendala akses dan biaya transportasi.

Ternyata di pulau-pulau itu juga ada anjing dan kucing. Kami sedang siapkan strategi agar vaksinasi bisa menjangkau wilayah terpencil itu,” jelas Abidin.

Pesan Penting untuk Warga: Pelihara Anjing dengan Bertanggung Jawab

Menutup pernyataan, Kadis Abidin mengimbau seluruh warga agar tidak membiarkan anjing berkeliaran bebas, serta mengurangi jumlah anjing peliharaan bila tidak mampu mengurus dengan baik.

Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kalau satu kasus rabies muncul di Labuan Bajo, dampaknya bisa besar sekali bagi ekonomi dan citra pariwisata kita,” tandasnya.

Penulis : Ronald Banera
Editor : Redaksi

Berita Terkait

Menyusuri Rumah ODGJ di Welak, Camat Heribertus Manggas: Mari Hilangkan Stigma dan Berbagi dengan Tulus
Bentrok di Lengkong Warang, Praktisi Hukum: Pembiaran Pemda Berpotensi Melahirkan Konflik Baru
Konflik Lengkong Warang Memanas, Polisi Dorong Jalur Hukum, Warga Adat Mbehal Pertanyakan Penanganan Laporan yang Mandek
Kasus Naik Sidik, Emiliana Helni Temui Kasat Reskrim; Kuasa Hukum Pelapor Desak Penetapan Tersangka
Emiliana Helni Hadiri Panggilan Penyidik Polres Manggarai Barat
Teratai DeRie Tampil Perkasa di Idul Adha Cup Soknar, SMK Muhammadiyah Golo Mori Takluk Dua Set Langsung
PMBB Manggarai Barat Sampaikan Duka atas Meninggalnya Dua Wisatawan Austria di Cunca Wulang
Tuding Santi Monika “Rentenir”, Sius Ruem Malah Kabur dari Konfirmasi dan Blokir Nomor Wartawan
Berita ini 106 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:54

Menyusuri Rumah ODGJ di Welak, Camat Heribertus Manggas: Mari Hilangkan Stigma dan Berbagi dengan Tulus

Jumat, 31 Juli 2026 - 03:16

Bentrok di Lengkong Warang, Praktisi Hukum: Pembiaran Pemda Berpotensi Melahirkan Konflik Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 - 01:23

Kasus Naik Sidik, Emiliana Helni Temui Kasat Reskrim; Kuasa Hukum Pelapor Desak Penetapan Tersangka

Jumat, 19 Juni 2026 - 04:36

Emiliana Helni Hadiri Panggilan Penyidik Polres Manggarai Barat

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:40

Teratai DeRie Tampil Perkasa di Idul Adha Cup Soknar, SMK Muhammadiyah Golo Mori Takluk Dua Set Langsung

Berita Terbaru