BANERATV.COM – Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) menggelar Upacara Peringatan Hari Pahlawan Nasional ke-80 tahun 2025 dengan khidmat dan penuh makna. Kegiatan yang mengusung tema “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan” ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Mabar, dr. Yulianus Weng, M.Kes., pada Senin (10/11/2025) pagi, bertempat di Lapangan Kantor Bupati Manggarai Barat, Labuan Bajo.
Upacara Hari Pahlawan yang dimulai pukul 07.30 WITA tersebut dihadiri oleh jajaran penting Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat. Turut hadir Sekretaris Daerah Kab. Manggarai Barat Fransiskus S. Sodo, Wakil Ketua PKK Manggarai Barat Ny. Mely Weng, Ketua Dharma Wanita Manggarai Barat Ny. Fatinci Sodo, para Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Manggarai Barat.
Dalam amanatnya, Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya masyarakat Manggarai Barat, untuk menundukkan kepala penuh hormat mengenang jasa para pahlawan kemerdekaan. Beliau menegaskan bahwa para pahlawan bukan sekadar nama yang terukir di batu nisan, melainkan cahaya yang terus menerangi jalan bangsa hingga hari ini.
Dari Surabaya hingga Banda Aceh, dari Ambarawa hingga Biak, mereka berjuang bukan demi dirinya sendiri, tetapi demi masa depan bangsa yang bahkan belum mereka kenal, yaitu kita semua yang berdiri di sini hari ini,” ujar dr. Yulianus Weng dalam pidatonya.
Wabup Weng menekankan bahwa kemerdekaan lahir dari nilai-nilai luhur seperti kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan. Ia kemudian merangkum tiga nilai utama yang patut diteladani dari perjuangan para pahlawan bangsa, yang relevan untuk pembangunan Manggarai Barat saat ini:
1. Kesabaran Para Pahlawan.
Kesabaran dalam menempuh ilmu, menyusun strategi, menunggu momentum, hingga membangun kebersamaan di tengah perbedaan. “Dari kesabaran itulah lahir kemenangan, karena mereka tahu bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa, tetapi ditempa oleh waktu dan keikhlasan,” tegasnya.

2. Semangat Mengutamakan Kepentingan Bangsa.
Setelah meraih kemerdekaan, para pahlawan tidak berebut jabatan atau menuntut balasan. Mereka memilih kembali ke rakyat, mengajar, membangun, dan melanjutkan pengabdian, sebuah teladan yang harus terus dipegang teguh.
3. Pandangan Jauh ke Depan.
Perjuangan untuk generasi yang akan datang, menjadikan perjuangan sebagai bagian dari ibadah, di mana menyerah berarti meninggalkan amanah kemanusiaan.
Wabup Yulianus Weng juga menegaskan bahwa perjuangan masa kini tidak lagi dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian. Namun, semangatnya tetap sama, membela yang lemah, memperjuangkan keadilan sosial, dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan, sejalan dengan semangat Asta Cita.
Mengakhiri amanatnya, dr. Yulianus Weng mengajak seluruh pihak di Manggarai Barat untuk menjaga api perjuangan agar tidak pernah padam, dengan terus bekerja, bergerak, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
PAHLAWANKULAH TELADANKU, TERUS BERGERAK, MELANJUTKAN PERJUANGAN, pungkasnya.
Rangkaian peringatan Hari Pahlawan di Labuan Bajo berlanjut dengan pemberian sertifikat penghargaan. Wakil Bupati Mabar memberikan apresiasi kepada salah satu pihak pengelola hotel yang berhasil meraih status Terverifikasi Akomodasi Pariwisata Tangguh Bencana. Pemberian sertifikat ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dalam menciptakan sektor pariwisata yang aman dan berketahanan, sebagai implementasi Peraturan Bupati Manggarai Barat Nomor 6 Tahun 2024.
Peringatan Hari Pahlawan ke-80 ditutup dengan kegiatan ziarah dan upacara tabur bunga yang juga dipimpin oleh Wakil Bupati dr. Yulianus Weng, M.Kes., di Taman Makam Pahlawan Labuan Bajo.




Penulis : Ronald J
Editor : Redaksi







