Terkuak! Ini Alasan Rokok Ilegal Laku Keras Meski Berisiko Tinggi

- Redaksi

Jumat, 10 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Screenshot

Screenshot

BANERATV.COM — Fenomena maraknya rokok ilegal di Indonesia kembali jadi sorotan. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akhirnya buka suara soal alasan mengapa rokok tanpa pita cukai itu justru laku keras di pasaran.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, menyebut penyebab utamanya bukan semata karena lemahnya pengawasan, melainkan kesenjangan harga yang terlalu lebar antara rokok legal dan ilegal.

Sekitar 70% dari harga rokok legal itu adalah pajak dan cukai, artinya sebagian besar uangnya masuk ke kas negara. Jadi, ketika cukai naik, harga rokok pun melonjak dan akhirnya konsumen beralih ke yang lebih murah,” ungkap Putu, Rabu (8/10/2025).

Baca Juga:  Kades Adrianus Harsi Sikat Habis Dana Desa Liang Sola, Kerugian Mencapai Rp1,8 Miliar.

Menurutnya, ketimpangan ini menciptakan “medan bermain yang tidak seimbang” antara produsen legal dan ilegal.
Kalau 70% itu tidak diambil (cukai dan pajak), bisa dibayangkan betapa murahnya rokok ilegal dijual. Wajar saja kalau banyak yang tergoda untuk memproduksi dan mengedarkannya,” tegasnya.

Putu menambahkan, kenaikan cukai yang terlalu tinggi selama ini justru memicu pergeseran konsumsi ke produk ilegal. “Rokok itu sangat sensitif terhadap harga. Begitu cukai naik sedikit, konsumen langsung shifting—baik dari golongan maupun jenisnya,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya memberikan sedikit “angin segar” bagi industri hasil tembakau (IHT). Ia memastikan tidak ada kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) pada tahun 2026.
Kebijakan ini diharapkan bisa menahan laju peredaran rokok ilegal sekaligus menjaga keberlanjutan usaha industri tembakau nasional.

Baca Juga:  Pemerintah Buka Pendaftaran Mitra BGN, Dukung Gerakan Makan Bergizi Gratis 2025

Saya tanya, cukai rokok berapa sekarang? 57%? Wah tinggi amat, Firaun lu,” ujar Purbaya berseloroh saat ditemui di kantornya beberapa waktu lalu.

Langkah pemerintah menahan kenaikan cukai ini pun disambut positif oleh pelaku industri yang selama ini mengeluhkan beban cukai terlalu berat dan ancaman pasar gelap yang terus meluas.

Berita Terkait

Kepala Desa Watu Umpu Apresiasi Kepedulian Camat Welak terhadap ODGJ, Perkuat Sinergi hingga Dorong Pengembangan BUMDes
Aleks Hatta Bantah Sejumlah Pernyataan dalam Pemberitaan SuaraNusantara.co, Paparkan Versinya Soal Sejarah Mbehal dan Tebedo
Kasus Naik Sidik, Emiliana Helni Temui Kasat Reskrim; Kuasa Hukum Pelapor Desak Penetapan Tersangka
Camat Komodo Sediakan Lokasi Berjualan bagi Pedagang Kelapa Muda di Labuan Bajo
Polres Manggarai Barat Resmi Naikkan Kasus Emiliana Helni Ke Penyidikan, Pelapor Tolak Damai Dan Desak Penahanan
PMBB Manggarai Barat Sampaikan Duka atas Meninggalnya Dua Wisatawan Austria di Cunca Wulang
Aldy Dalton Ndolu, SH Pastikan Laporan terhadap Emiliana Helni Tetap Berjalan, Polisi Libatkan Sejumlah Ahli
Sudamala Resort Meluncurkan Kembali Manta Café dengan Konsep Kuliner Asia yang Dinamis dan Berkelas
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:18

Kepala Desa Watu Umpu Apresiasi Kepedulian Camat Welak terhadap ODGJ, Perkuat Sinergi hingga Dorong Pengembangan BUMDes

Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:07

Aleks Hatta Bantah Sejumlah Pernyataan dalam Pemberitaan SuaraNusantara.co, Paparkan Versinya Soal Sejarah Mbehal dan Tebedo

Sabtu, 20 Juni 2026 - 01:23

Kasus Naik Sidik, Emiliana Helni Temui Kasat Reskrim; Kuasa Hukum Pelapor Desak Penetapan Tersangka

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:24

Camat Komodo Sediakan Lokasi Berjualan bagi Pedagang Kelapa Muda di Labuan Bajo

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:57

Polres Manggarai Barat Resmi Naikkan Kasus Emiliana Helni Ke Penyidikan, Pelapor Tolak Damai Dan Desak Penahanan

Berita Terbaru