LABUAN BAJO, BANERATV.COM – Tabir gelap yang menyelimuti kematian tragis Jurmaya alias Luna (30), seorang pemandu lagu (Lady Companion) di Mawar Jingga (MJ) Pub & Karaoke, kini mengarah pada dugaan skandal besar. Nama seorang pria dengan sapaan “Bang Dul” mencuat ke permukaan. Ia diduga kuat merupakan seorang perwira polisi yang bertugas di wilayah hukum Polres Manggarai Barat. Kehadiran sosok “Bang Dul” di malam maut tersebut menjadi kepingan teka-teki yang diduga menjadi alasan mengapa proses hukum kasus ini terkesan jalan di tempat.
Kronologi Malam Terakhir: Anggur Merah Beraroma Tak Lazim
Berdasarkan investigasi eksklusif tim Banera TV, Luna menghabiskan malam terakhirnya pada 24 Desember 2025 di Room 24 Mawar Jingga Pub & Karoke bersama rekannya, Gladis. Dalam kesaksiannya, Gladis mengungkapkan bahwa mereka melayani dua orang tamu pria dari pukul 22.00 hingga 01.00 WITA. Salah satu pria tersebut dikenal dengan panggilan Bang Dul.
Gladis membeberkan fakta krusial mengenai minuman Anggur Merah (Amer) yang mereka konsumsi malam itu. Ia mencium aroma dan rasa yang sangat mencurigakan.
“Aroma dan rasanya kecut, asam, dan amis. Sangat berbeda dengan anggur merah yang pernah saya tahu sebelumnya,” ungkap Gladis dengan nada getir.
Tak lama setelah sesi tersebut berakhir, kondisi kesehatan Luna merosot tajam. Ia ditemukan dalam kondisi kejang-kejang hebat hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia saat tiba di RS Siloam pada siang hari 25 Desember 2025.
Dugaan Relasi Kuasa dan Sosok “Ari”
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa identitas “Bang Dul” mengarah pada oknum perwira berinisial D, yang saat itu ditemani rekannya berinisial J. Dugaan keterlibatan aparat diperkuat oleh pengakuan Ari, pengusaha yang menjalin hubungan spesial dengan Luna. Ari, yang diduga merupakan pria yang menghamili korban, mengaku sempat mencari perlindungan kepada seorang oknum polisi di Labuan Bajo sesaat setelah kasus ini meledak.
Hingga kini, keberadaan Ari dilaporkan misterius. Ia diduga telah melarikan diri ke Pulau Jawa sejak 29 Desember dan memutus semua komunikasi, namun belum ada langkah progresif dari kepolisian untuk melakukan penjemputan paksa.
Sikap “Tutup Mulut” Polres Manggarai Barat
Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media ini menemui jalan buntu. Kasubsi PIDM Humas Polres Mabar, Pak Frengky, berkali-kali dihubungi untuk wawancara resmi namun tidak pernah memberikan jawaban pasti terkait waktu pertemuan.
Atas permintaan Pak Frengky, redaksi BaneraTV.com telah mengirimkan daftar pertanyaan resmi melalui pesan WhatsApp guna mendapatkan transparansi kasus. Namun, hingga berita ini diturunkan, tidak ada satu pun poin pertanyaan yang dijawab oleh pihak Polres Manggarai Barat.
Daftar Pertanyaan yang Tak Terjawab (Transparansi Publik)
Berikut adalah poin-poin krusial yang diajukan redaksi kepada Polres Mabar namun tetap dibiarkan tanpa jawaban:
A. Perkembangan Penyelidikan Umum
1. Bagaimana update terbaru hasil penyelidikan kasus kematian Luna di Mawar Jingga Pub & Karoke?
2. Siapa saja saksi yang telah masuk dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP)?
B. Fakta Medis dan Kondisi Korban
1. Benarkah hasil pemeriksaan dokter forensik menyatakan Luna sedang hamil 2 bulan? Jika benar hamil, apakah sudah dilakukan pemeriksaan terhadap pria yang diduga menghamili korban?
2. Terkait dugaan keracunan obat antidepresan, apakah hasil uji toksikologi sudah keluar?
C. Olah TKP dan Operasional MJ Pub
1. Mengapa garis polisi (police line) di kamar korban belum dilepas hingga saat ini?
2. Mengapa MJ Pub tetap diizinkan beroperasi normal sejak 26 Desember di tengah proses penyidikan yang belum tuntas?
D. Keterlibatan Oknum dan Bukti Minuman
1. Apakah penyidik sudah menguji laboratorium sisa minuman Anggur Merah yang disebut saksi beraroma amis?
2. Terkait keterlibatan tamu berinisial J dan D (Bang Dul) yang diduga oknum Perwira polisi, apakah sudah dilakukan pemeriksaan internal atau pemanggilan resmi?
E. Pengejaran Saksi Kunci (Ari)
1. Apakah penyidik akan menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap Saudara Ari yang diketahui telah meninggalkan wilayah NTT?
F. SOP dan Pelanggaran Manajemen
1. Apakah penyidik sudah memverifikasi jenis obat-obatan korban ke RS Siloam atau Apotek Bunda?
2. Apakah ada unsur kelalaian manajemen Mawar Jingga Pub & Karoke terkait keterlambatan pemberian informasi kehamilan korban kepada pihak keluarga?
Profesionalitas Polri Dipertaruhkan
Ketidakterbukaan Polres Manggarai Barat memicu spekulasi liar di tengah masyarakat. Publik menilai ada upaya “tangan-tangan tak terlihat” yang sedang bekerja untuk melindungi oknum tertentu. Jika benar “Bang Dul” adalah seorang perwira, maka profesionalitas korps Bhayangkara di ujung barat Pulau Flores ini sedang berada di titik nadir.
Kematian Luna kini menjadi simbol rapuhnya keadilan di Labuan Bajo. Tanpa hasil visum yang transparan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi kunci, kebenaran tentang apa yang terjadi di Room 24 terancam terkubur selamanya.

Penulis : Tim Investigasi Baneratv.com
Editor : Redaksi Baneratv.com







