LABUAN BAJO, BANERATV.COM – Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial terpancar kuat dalam laga eksebisi antara Singa Tua FC melawan tim panitia turnamen penggalangan dana pembangunan Gereja Paroki Reweng. Pertandingan yang digelar di tengah guyuran hujan gerimis itu tetap berlangsung meriah dan sukses menyedot perhatian ribuan penonton.
Meski kondisi lapangan becek dan berlumpur, antusiasme masyarakat tidak surut. Warga dari berbagai wilayah tetap memadati lokasi pertandingan demi menyaksikan laga yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat makna solidaritas.
Sorotan utama dalam pertandingan ini tertuju pada tiga figur muda Manggarai Barat, yakni Mario Pranda, Marianus Yono Jehanu, dan Richard Sontani. Ketiganya tampil dalam satu tim, Singa Tua FC, memperlihatkan kebersamaan di atas lapangan hijau.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mario Pranda, yang dikenal sebagai mantan calon Bupati Manggarai Barat pada Pilkada 2024, tampil impresif bersama Richard Sontani pasangan politiknya saat itu, yang juga ikut memperkuat tim. Dalam laga tersebut, Richard Sontani berhasil menyumbangkan dua gol yang semakin menyemarakkan pertandingan.
Sementara itu, Marianus Yono Jehanu yang menjabat sebagai Kepala Desa Batu Cermin yang dikenal sukses mendirikan kantor Desa yang megah menggunakan dana pribadi sekaligus Ketua Askab PSSI Manggarai Barat, turut ambil bagian di lini pertahanan. Kehadirannya menambah kekuatan tim sekaligus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan.
Kehadiran tiga tokoh ini menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat. Dalam beberapa bulan terakhir, nama mereka kerap mencuat di ruang publik dan media sosial sebagai figur potensial dalam kontestasi politik Manggarai Barat ke depan. Namun dalam momentum ini, mereka menunjukkan bahwa perbedaan pilihan politik tidak menjadi penghalang untuk bersatu dalam aksi nyata bagi kepentingan bersama.
Melalui pertandingan ini, ketiganya bersama seluruh pemain dan panitia ingin menyampaikan pesan kuat: sepak bola bukan sekadar olahraga, tetapi juga medium pemersatu dan sarana untuk menumbuhkan kepedulian sosial.
“Dengan satu bola, kita dipersatukan. Dengan satu bola pula, kita menunjukkan kepedulian terhadap pembangunan Gereja Paroki Reweng,” menjadi semangat yang tercermin sepanjang jalannya pertandingan.
Selain tiga figur tersebut, sejumlah tokoh turut ambil bagian dalam laga ini, di antaranya Kapolsek Lembor Vincen Bagus, Leri Sunardin, Ronald Jantur, Ignas Ndoro, Kepala Desa Liang Sola, Kepala Desa Pong Majok, Upeng Arjon, Lorens Logam, Irfan Damang, Sisko Mistularisma, dan Boni Midun.
Kehadiran mereka semakin memperkuat pesan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata kolaborasi lintas elemen masyarakat. Semua yang terlibat memiliki satu tujuan yang sama: mendukung pembangunan Gereja Paroki Reweng.
Laga eksebisi ini pun tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi juga simbol persatuan, kepedulian, dan harapan akan masa depan Manggarai Barat yang lebih solid dan harmonis.

Penulis : Redaksi Baneratv.com
Editor : Redaksi Baneratv.com







